Berburu Ikan Humu-Humus di Hanauma Bay, Oahu, Hawaii

Menimba ilmu di negeri orang merupakan pengalaman yang sangat berharga. Tidak hanya kita belajar tentang kultur atau adat istiadat yang sama sekali berbeda, juga banyak menemui tempat-tempat yang menawarkan flora fauna dan keindahan alam yang tidak kita jumpai di negeri sendiri. Seperti misalnya kunjungan saya ke Hanauma Bay untuk menikmati keindahan ikan Humu-Humus yang menjadi maskot Hawaii.

Sebetulnya wisata ke pantai atau laut bukan merupakan hal yang istimewa bagi orang Indonesia yang memiliki banyak wisata pantai dan laut. Di Yogyakarta misalnya kita mempunyai pantai Parangtritis, Baron, Krakal, dan Kukup. Tapi yang menarik disini ialah bahwa semua pantai dalam kondisi yang bersih, tidak ada sampah berserakan. Fasilitas umum juga lengkap tersedia seperti shower untuk mandi, air minum dan WC umum, serta rata-rata mempunyai penjaga pantai. Selain itu pantai merupakan milik publik yang bisa diakses siapa saja tanpa harus dipungut biaya alias gratis. Namun beberapa pantai seperti Hanauma Bay pengunjung yang bukan warga Amerika atau student harus membayar ongkos masuk.

Teluk Hanauma atau Hanauma Bay terletak di pesisir selatan pulau Oahu, Hawaii. Hawaii, salah satu negara bagian Amerika Serikat, merupakan daerah kepulauan yang terdiri dari 7 pulau utama diantaranya adalah Oahu. Pulau-pulau yang lainnya yaitu Big Island, Maui, Kahoolawe, Molokai, dan Kauai. Untuk mencapai Hanauma bay bisa ditempuh menggunakan bis umum dan butuh waktu sekitar 30 menit dari pusat kota Honolulu.

Secara Geologi, Hanauma Bay terbentuk dari bekas kawah gunung api yang meletus sekitar 32000 tahun yang lalu. Seiring berjalannya waktu, dinding kawah yang menghadap laut mengalami erosi sehingga terbuka dan memungkinkan air laut masuk ke dalam kawah seolah olah membentuk semacam teluk. Lambat laun daerah ini ditumbuhi karang dan menjadi habitat dari berbagai jenis biota laut. Kawasan teluk yang landai dan berair tenang juga merupakan tempat yang sangat ideal untuk tempat wisata.

Karena keunikan dan potensi alamnya Hanauma Bay ditetapkan menjadi kawasan pelestarian alam (Nature Preserve) yang sekaligus juga untuk obyek wisata dan wahana pendidikan. Setiap pengunjung yang masuk harus mematuhi aturan-aturan yang berlaku. Sebelum masuk pengunjung harus melewati pintu khusus untuk membeli tiket seharga $5 atau secara gratis cukup dengan menunjukkan KTP atau kartu mahasiswa. Setelah itu pengunjung diharuskan untuk melihat film dokumenter yang menjelaskan tentang sejarah, potensi flora dan fauna serta peraturan yang berlaku saat berada di kawasan. Di dalam kompleks “visitor centre” tersebut selain ruang audio visual untuk pemutaran film juga terdapat ruang pamer yang menyuguhkan berbagai informasi seputar kawasan baik dalam bentuk poster, foto-foto, diorama maupun secara digital dan interaktif melalui layar komputer. Kompleks tersebut juga dilengkapi dengan toko cinderamata serta restoran.

Memasuki kawasan pantai tersedia beberapa fasilitas seperti WC umum, shower dan ruang ganti pakaian serta tempat penitipan barang. Disitu juga terdapat bangunan yang berfungsi sebagai tempat informasi yang memajang poster foto-foto dan spesimen biota laut yang bisa dijumpai. Tempat informasi tersebut didesain secara tradisional menyerupai gubug-gubug kecil namun kokoh dengan atap rumbia. Beberapa petugas berjaga di gubug informasi tersebut dan siap melayani pengunjung yang ingin bertanya seputar kawasan. Bagi pengunjung yang ingin snorkeling bisa menyewa peralatan dengan ongkos sekitar $9.

Selain berjemur, berenang dan diving, snorkeling adalah kegiatan yang paling banyak dilakukan pengunjung. Salah satu ikan unik yang bisa dijumpai disini adalah Trigger Fish (Rhinecanthus rectanglus) atau dalam bahasa Hawaii disebut “Humuhumunukunukuapua’a” atau “Humu-Humus” saja. Ikan ini bisa dibilang istimewa karena pernah diusulkan menjadi “Fish State” atau maskot negara bagian Hawaii. Meskipun belum resmi tapi masyarakat disini sudah menganggapnya sebagai ikan maskot Hawaii. Adalah umum disini setiap negara bagian mempunyai beberapa flora dan fauna yang dianggap mewakili keunikan atau maskot negara bagian tersebut. Seperti halnya di Indonesia kita mengenal bunga melati sebagai puspa bangsa.

Humu-Humus mempunyai bentuk kepala yang panjang meruncing seperti segitiga dengan deretan gigi-gigi yang tajam dan kuat. Ikan ini bisa dijumpai secara soliter maupun dalam kelompok kecil. Merupakan jenis karnivora dengan mangsa utama berupa udang, kerang, kepiting, cacing laut atau jenis-jenis invertebrata yang lain. Ikan ini tidak berburu jenis ikan yang lain tapi hanya memakan sisa-sisa daging atau ikan-ikan yang telah mati. Dengan ukuran yang relatif besar sekitar 35-40 cm dan bentuk yang unik, tidak sulit kiranya untuk melihat ikan ini sewaktu snorkeling. Namun sayangnya saya tidak sempat menjumpai ikan ini. Mungkin dalam kunjungan berikutnya saya lebih beruntung. [Agung Nugroho]

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Hanauma Bay bisa dilihat di: http://www.honolulu.gov/parks/facility/hanaumabay/index1.htm

Foto: http://www.hanauma-bay-hawaii.com/

~ by giantrangkong on February 25, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: