Catatan lama, Idul Fitri 1426H

Kutemukan catatan lama tentang lebaran kali yang pertama semenjak aku tiba di negeri pelangi ini. Sayang untuk dibuang maka kuposting untuk jadi kenangan.
Lebaran memang sudah berlalu beberapa waktu yang lalu namun masih jelas dalam ingatan saya berbagai kenangan yang tak bakalan terlupakan, ketika untuk pertama kalinya berlebaran tanpa kehadiran keluarga dan sanak famili karena harus studi di negeri orang. Berikut bagi-bagi pengalaman saya berlebaran di Honolulu, Hawaii Amerika Serikat.
Suara kumandang takbir terus menerus bergema keluar dari dua buah speaker besar di samping kanan dan kiri tenda tempat sholat Ied ”,…….. ALLAAHU – AKBAR – U’LLAAHU-AKBAR-U’LLAAHU – AKBAR-U’LLAAHU- AKBAR-U WA-LILLAH – ILHAMD…….”. Allah is Great, Allah is Great, Allah is Great, There is no Deity but Allah, Allah is Great Allah is Great, and praise is due to Him. Begitulah petikan lafal takbir dan terjemahannya yang terdapat pada selebaran yang dibagikan ke setiap jamaah.
Agak berbeda memang cara melagukan atau mengumandangkan takbir dengan di tanah air, namun bagi saya alunan suara takbir tersebut tetap saja membangkitkan kerinduan tersendiri akan suasana takbiran dimalam Idul Fitri, atau suasana saat shalat bersama di lapangan, berkumpul dengan keluarga dan sanak saudara, sungkeman dengan orang tua, bersilaturahmi kepada tetangga sembari menikmati berbagai hidangan ala lebaran yang khas. Dan saat itu saya tidak dapat menikmati hal-hal tersebut, sedih memang. Namun disisi lain saya mungkin orang yang beruntung karena bisa merasakan rasanya berlebaran di negeri orang dan berkumpul dengan muslim dari berbagai penjuru dunia.
Selama sebulan lebih berpuasa tak terasa pada hari Kamis 3 November 2005 atau Jum’at 4 November 2005 waktu tanah air, umat muslim di Hawaii merayakan hari kemenangan. Ada sekitar 500 kaum muslim yang datang pada hari itu, berasal dari berbagai negara seperti Amerika, Indonesia, Pakistan, India, Bangladesh, Malaysia, Cina, Jepang, Canada, Arab, Iraq, Australia, beberapa negara di Afrika dan masih banyak lagi. Mereka berdatangan dengan pakaian muslim negara masing-masing. Sungguh suatu pemandangan yang mengesankan menyaksikan muslim dari berbagai dunia dengan berbagai warna kulit dan ciri khasnya masing-masing saling berkumpul, mengucapkan salam, Assalamu’alaikum brother / sister begitu kita saling menyapa, seolah-olah kita semua adalah satu keluarga.
Lokasi shalat Ied merupakan taman untuk umum atau public area bernama Magic Island berbentuk seperti sebuah tanjung kecil atau daratan yang menjorok kelaut yang terletak dikawasan pantai di muka komplek Ala Moana pusat perbelanjaan terbesar di Honolulu. Rombongan kami yang terdiri dari beberapa orang pelajar dari Indonesia, Philipina dan Iraq berangkat dari dorm/asrama East West Center sekitar pukul 7.30 ke pemberhentian bis terdekat dan kurang lebih pukul 8.15 kami tiba dilokasi shalat dan disambut beberapa kawan yang lain yang telah sampai terlebih dahulu. Panitia setempat telah menyediakan dua buah tenda putih besar yang terpisah untuk sholat laki-laki dan wanita. Sedang dideretan paling depan terdapat tenda kecil juga berwarna putih disediakan untuk imam dan khatib.
Beberapa anak-anak usia 10-15 tahun menjadi sukarelawan mengumpulkan donasi untuk masjid, sedang di bagian lain sibuk pula panitia penerimaan zakat.
Hari itu cuaca lumayan cerah meski sedikit berawan dan titik-titik air kadang menerpa disertai hembusan angin yang cukup kencang. Pukul 9 lebih waktu setempat tibalah kita shalat Ied. Imam dan khotib saat itu adalah Ustadz Abdullah dari Australia yang diundang secara khusus untuk memberikan ceramah selama ramadhan. Khotbah Ied menekankan pentingnya hidup bedampingan secara damai antar sesama manusia. Mengutip hadits Nabi, khotib mengingatkan bahwa Islam adalah rahmatan lil alamin yang membawa keberkahan bagi semua mahkluk dan beliau meminta umat Islam untuk mengindari segala tindakan yang bersifat ekstrimis karena tindakan inilah yang telah menghancurkan umat-umat sebelumnya. Di akhir khotbah ustadz Abdullah menambahkan bahwa Islam sangat menjunjung tinggi hak-hak dan perlindungan terhadap kaum wanita dan kepada orang tua ditekankan akan tanggung jawabnya dalam mendidik anak-anaknya sebagai asset masa depan.
Khotbah dalam bahasa Arab dan Inggris selama lebih kurang 30 menit itu tak terasa telah berakhir. Para jamaah selanjutnya saling berhamburan untuk mengucap “Eid Mubarak”. Beberapa orang dari kawasan Timur Tengah memberikan pelukan khas mereka sebanyak 3 kali, dan beberapa lagi saling bersalaman seperti yang biasa kita lakukan di tanah air. Panitia setempat juga menyediakan snack berupa roti, donut dan minuman seperti teh, kopi dan jus jeruk bagi semua jamaah.
Sekitar pukul 11.30 para jamaah satu persatu meninggalkan lokasi dan kembali pada akitivitasnya semula, ada yang kembali bekerja atau masuk kuliah, karena hari itu memang bukan hari libur.

——————————————————————

Hawaii merupakan Negara bagian Amerika Serikat ke 50 yang bergabung sejak tahun 1959. Terletak di gugusan kepulauan Pasifik dan terdiri dari 7 pulau utama: Big Island, Mau’i, Ka’hoolawe, Lana’I, Moloka’i, O’ahu dan Kaua’i. Ibukota Hawaii adalah Honolulu yang terletak di O’ahu. Penduduk lokal Hawaii adalah Hawaiian yang termasuk dalam ras Polynesia, sementara penduduk yang lain didominasi oleh para imigran dari Jepang terutama Okinawan, China, Philipina, Vietnam dan Korea. Hawaii dikenal sebagai tempat wisata favorit dan dikunjungi oleh lebih dari 6 juta turis setiap tahunnya dari berbagai penjuru dunia.
Populasi muslim di Hawaii sekitar 3000 jiwa termasuk anak-anak dan hanya terdapat 1 masjid di Hawaii yang letaknya di Honolulu. Selama Ramadan kegiatan masjid cukup semarak tak beda dengan di tanah air, menyelenggarakan buka puasa bersama, shalat taraweh dan subuh berjamah serta kegiatan-kegiatan lain seperti kursus baca Qur’an. Pada hari-hari biasa kegiatan ekstra difokuskan pada hari-hari libur saja, khusus hari minggu di adakan kelas khusus/TPA untuk anak-anak.
Untuk mencapai masjid para pelajar muslim yang tinggal di dorm East West Center University of Hawaii Manoa harus berjalan sekitar 30 menit atau bersepeda selama 15 menit, kadang-kadang ada juga tumpangan mobil dari warga muslim yang lain yang hendak ke masjid. Bangunan masjid tidak berbentuk seperti layaknya masjid di tanah air karena merupakan bekas rumah tinggal yang telah dihibahkan untuk kegiatan ibadah. Info lengkap mengenai komunitas muslim di Hawaii dapat di akses melalui website: www.iio.org.

Photo courtesy: Rahman Dako

~ by giantrangkong on October 8, 2007.

One Response to “Catatan lama, Idul Fitri 1426H”

  1. […] Selama Ramadan kegiatan masjid cukup semarak tak beda dengan di tanah air, menyelenggarakan buka puasa bersama, shalat taraweh dan subuh berjamah serta kegiatan-kegiatan lain seperti kursus baca Qur’an. Pada hari-hari biasa kegiatan ekstra difokuskan pada hari-hari libur saja, khusus hari minggu di adakan kelas khusus/TPA untuk anak-anak. Untuk mencapai masjid para pelajar muslim yang tinggal di dorm East West Center University of Hawaii Manoa harus berjalan sekitar 30 menit atau bersepeda selama 15 menit, kadang-kadang ada juga tumpangan mobil dari warga muslim yang lain yang hendak ke masjid. Bangunan masjid tidak berbentuk seperti layaknya masjid di tanah air karena merupakan bekas rumah tinggal yang telah dihibahkan untuk kegiatan ibadah. Info lengkap mengenai komunitas muslim di Hawaii dapat di akses melalui website: http://www.iio.org. (Agung Nugroho) […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: