Wiji Thukul, Melawan Dengan Puisi

Nama Wiji Thukul tentu sudah tidak asing lagi bagi aktivis yang gencar menyuarakan aspirasi rakyat di jaman Orba. Puisi-puisi Thukul seolah memberi dukungan semangat untuk mereka, bahkan tak tanggung-tanggung karena puisi-puisinya dan keberpihakannya terhadap perlindungan hak-hak asasi manusia jiwanya sendiri terancam dan dinyatakan hilang sejak 1998.

Penyair asal Solo yang lahir 26 Agustus 1963 ini karena jasa-jasa dan perjuangannya, pada tahun 2002 dianugerahi Yap Thiam Hien award, suatu penghargaan bagi pejuang HAM. Thukul juga pernah memenangkan penghargaan Wertheim Encourage Award tahun 1999, sebuah anugerah bergengsi untuk karya-karya kemanusiaan. Kini hampir sepuluh tahun sejak Wiji Thukul dinyatakan hilang, tapi karya-karyanya tetap abadi.

Masih ingat kata-kata ini “hanya ada satu kata: LAWAN!”, itu adalah penggalan bait puisi karya Wiji Thukul berjudul Peringatan yang menjadi oksigen bagi nafas semangat perjuangan para aktivis saat itu. Berikut bait puisi tersebut secara keseluruhan:

Peringatan

jika rakyat pergi
ketika penguasa pidato
kita harus hati-hati
barangkali mereka putus asa

kalau rakyat sembunyi
dan berbisik-bisik
ketika membicarakan masalahnya sendiri
penguasa harus waspada dan belajar mendengar

bila rakyat tidak berani mengeluh
itu artinya sudah gawat
dan bila omongan penguasa
tidak boleh dibantah
kebenaran pasti terancam

apabila usul ditolak tanpa ditimbang
suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan
dituduh subversif dan mengganggu keamanan
maka hanya ada satu kata: lawan!

Solo, 1986

Warning

if the people leave
while rulers deliver speeches
we must watch out
perhaps they have lost hope

if the people hide away
and whisper
when discussing their problems
then rulers should beware and learn to listen

if the people don’t dare complain
then things are dangerous
and if the rulers’ talk
may not be rejected
truth must surely be under threat

and if suggestions are refused without consideration
voices silenced, criticisms banned without reason
accused of subversion and disturbing security
then there is only one word: resist!

Solo, 1986

Terjemahan dalam bahasa Inggris, diambil dari sini

~ by giantrangkong on October 3, 2007.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: